You could put your verification ID in a comment Or, in its own meta tag Or, as one of your keywords

Rabu, 03 November 2010

CONTOH DENAH RUKO




DILEMA

Terkembang membunga hati
Tersapu perih berpeluh
Meninggi saat tatap matamu

Tenggelam dalam rasa
Membubung dalam angan
Lumpuh dalam cinta

Coba mengelak hati
Jiwa ingin berlari
Diri ingin sembunyi

Tak ingin cintai dengan menyakiti
Tak ingin bahagia menabur duka
Tak ingin tawa berbuah tangis

Tapi....
Parasit sayang telah lekat
Wabah rindu telah jangkiti

Kaki tertanam tak mampu berlari
Nafas tertahan tak mampu pergi
Mungkir ciptakan perih di hati

Aku lelah sembunyi
Biarkan hati memilih
Biarkan waktu menuntun
Dengan atau tanpa perih

PENYEBAB KERETAKAN BETON

Penyebab keretakan beton ada dua yaitu, penyebab keretakan yang terjadi saat pembuatan dan keretakan yang terjadi setelah beton selesai.
A. Fakor – Fakor Penyebab Keretakan Beton Yang Terjadi Saat Pembuatan Beton.
1. Sifat dari beton itu sendiri
Untuk melihat bagaimana sifat dari beton yang dapat menimbulkan keretakan kita harus melihat proses dari awal pembuatan beton itu sendiri. Pada saat awal pembuatan beton dengan pencampuran bahan penyusunnya seperti kerikil, pasir, air dan semen. Kemudian campuran beton diletakkan pada alat cetakannya, dalam proses pengerasannya beton akan mengalami pengurangan volume dari volume awal. Ini disebabkan air yang terkandung pada campuran beton akan mengalami penguapan sebagian yang mengurangi volume beton.
Sehingga apabila dikondisikan pada saat beton mengalami pengerasan dan akibat dari volume beton berkurang yang akan menyebabkan penyusutan pada beton tetapi beton tersebut dibiarkan untuk menyusut tanpa adanya tahanan maka beton pun tidak akan mengalami keretakan. Tetapi pada kondisi sebenarnya dilapangan tidak ada beton yang tidak mengalami tahanan. Karena tidak ada balok atau kolom pada bangunan yang berdiri sendiri melainkan akan bersambung satu sama lain dan hal ini akan membuat tahanan. Sehingga apabila pada kondisi saat beton mengalami penyusutan ada suatu tahanan maka retakan pun tidak dapat dihindari.
2. Suhu
Suhu disini adalah suhu campuran beton saat mengalami perkerasan. Karena pada saat campuran beton mengalami perkerasaan suhu yang timbul akibat reaksi dari air dengan semen akan terus meningkat. Sehingga pada saat suhu campuran beton ini terlalu tinggi, pada saat beton sudah keras sering timbul retak – retak pada permukaan beton.
3. Korosi pada tulangan
Sebenarnya untuk mengantisipasi retakan yang terjadi akibat dari sifat beton itu sendiri, beton diberi tulangan pada bagian dalamnya yang terbuat dari baja. Sehingga diharapkan dengan adanya tulangan tersebut retakan akibat dari sifat beton disebar pada keseluruhan beton menjadi bagian – bagian yang sangat kecil sehingga retakan tersebut dapat diabaikan. Tetapi apabila tulangan yang dipakai pada saat pembuatan beton sudah meengalami korosi, tulangan tersebut itu pun akan menyebabkan retakan pada saat beton mengeras.
4. Proses pembuatan yang kurang baik
Contohnya pada saat beton mengalami perkerasan dimana banyak mengeluarkan air, maka perlu adanya perawatan pada beton agar pengeluaran air dari campuran beton tidak berlebihan. Tetapi akibat tidak adanya perawatan, sehingga pada beton terbentuk banyak terjadi retakan.

B. Fakor – Fakor Penyebab Keretakan Beton Yang Terjadi Setelah Beton Selesai
1. Pengaruh lingkungan
Beton pada bangunan mengalami kontak langsung dengan cuaca luar. Sehingga bangunan yang berumur cukup lama banyak mengalami retakan. Salah satu pengaruh lingkungan yang menyebabkan beton retak adalah akibat dari air hujan. Akibat sekian lama beton pada bangunan tua menerima air hujan secara langsung, lama – kelamaan air hujan masuk meresap kedalam beton yang kemudian mencapai tulangan pada beton. Apabila saat air hujan telah mengenai baja tulangan, maka akan terjadi reaksi antara baja tulangan dengan tulangan yang menyebakan baja tulangan menjadi korosi. Akibat korosinya baja tulangan beton akan mengalami retak – retak.
2. Pembebanan
Setelah bangunan jadi dan digunakan, beton akan menerima beban – beban. Kadangkala beton akan menerima beban diluar kemapuannya untuk menahan beban tersebut, sehingga kertetakan pada beton pun tidak bisa di hindari

Selasa, 02 November 2010

BETON

Beton dibagi menjadi 2, yaitu :
Beton normal
Beton normal terdiri dari portland cement, air, agregat kasar dan agregat halus.
Beton khusus
Yaitu beton normal yang diberi zat tambah, seperti pozzolan, bahan kimia pembantu dan serat.

Kelebihan beton antara lain :
 Harga murah dan bahannya dekat lokasi pembangunan (lokasi tertentu).
 Bahannya awet, tahan aus, tahan kebakaran, tahan perkaratan dan pembusukkan lingkungan, sehingga biaya perawatan murah.
 Kuat tekannya cukup tinggi, jika ditambah baja tulangan (kuat tarik tinggi) mampu dibuat untuk struktur berat.

AGREGAT
Berdasarkan ukuran besar butirannya, agregat dikelompokkan sebagai berikut.
∞ Batu ( ukuran N40 mm)
∞ Kerikil ( 5 – 40 mm )
∞ Pasir ( 0,15 – 5 mm )
∞ Debu / lumpur ( <0,15 mm )
Debu dan lumpur dalam pembuatan beton disebut kotoran.

Berdasarkan asalnya agregat dikelompokkan sebagai berikut.
Agregat alami
 Pasir alami ( pasir sungai, pasir galian, dan pasir pantai )
 Kerikil alami
 Punise / batu apung dsb
Agregat buatan
 Kerikil dari batu pecah ( split, kericak )
 Pasir dari pecahan batu
 Pecahan batu bata, genteng, tanah liat bakar
 Tanah liat jenis shale dibakar
 Abu terbang ( fly ash ) dari pembakaran batu bara
 Kerak pembakaran besi
 Robekan kaleng bekas
 Sampah padat dll

Pertimbangan pemakaian agregat buatan antara lain :
 Jumlah bahan yang tersedia
 Kemampuan masyarakat dalam mengolah
 Syarat teknis ( bj, fc, kedap air )
 Syarat ekonomi (murah/mahal)

Agregat berdasarkan berat jenis.
Agregat berat ( bj lebih dari 2,8 )
Agregat normal ( bj antara 2,5 – 2,7 )
Agregat ringan ( bj 1,5 – 2,4 )
Agregat sangat ringan ( bj kurang dari 1,0 )
Volume agregat
 Benda solid
- Volume ( solid )
- Berat
- Berat jenis
 Benda curah
- Volume tempat ( total )
- Volume butir (solid)
- Volume pori (sela-sela)
- Porositas ( pori / total = % )
- Berat satuan (t/m3)

Berat jenis = W butir/V butir
Berat satuan = W butir/V tempat

Dalam praktek (pasir dan kerikil normal)
 Berat jenis (butiran) = 2,5 – 2,7
 Berat satuan (curah) = 1,5 – 1,8
 Porositas (curah) = 35 – 40 %
 Kemampatan/kepadatan (curah) = 65 – 60 %
Kemampatan = berat satuan / berat jenis

Pertimbangan ukuran maksimum butir agregat
• ≤ ¾ jarak bersih antar tulangan
• ≤ 1/3 tebal plat
• ≤ 1/5 jarak terkecil bidang samping cetakan
Pada beton massa tidak ada batasan tersebut, maka dapat digunakan agregat dengan ukuran 75 mm atau 150 mm.
Pembagian agregat halus (pasir) berdasarkan gradasinya.
o Kasar
o Agak kasar
o Agak halus
o Halus

Modulus halus butir (Mhb)
Mhb adalah suatu indeks untuk mengukur kehalusan butir-butir agregat. Mhb=persen kumulatif butir agregat yang tertinggal di atas suatu set ayakan dibagi seratus.
Agregat halus mempunyai Mhb antara 1,5 – 3,8.
Agregat kasar mempunyai Mhb antara 6,0 – 8,0.

Kandungan air dalam agregat.
- Kering mutlak (0%)
- Kering udara
- Jenuh kering muka (1 – 3%)
- Basah
Pengembangan volume agregat halus.
☻ Pada keadaan butir kering, butir-butir bersinggungan => jarak antar butir minimum
☻ Pada keadaan jenuh, jarak antar butir membesat => volume total besar
☻ Pada keadaan basah, butir-butir bersinggungan lagi => volume kembali semula

BAHAN TAMBAH
Antara lain bahan pembantu (hardener, ritarder dan plasticier)
Bahan kimia pembantu
Macam-macam kegunaan bahan kimia pembantu :
1. Mengurangi air
2. Memperkuat proses ikatan awal
3. Mempercepat proses ikatan awal
4. Fungsi ganda 1 dan 2
5. Fungsi ganda 1 dan 3
6. Fungsi 1 (sampai 12%)
7. Fungsi ganda 6 dan 2
Pozzolan
Pozzolan mengandung silikat (SiO2) dan aluminat (Al2O3). Pozolzn mengikat kapur Ca(OH)2 dan mengubahnya menjadi kalsium silikat hidrat C3S2H3 dan kalsium aluminat hidrat C3AlH6. Dengan penambahan pozolan, proses reaksi / pengerasan lebih lama. Beton menjadi lebih kuat, rapat air dan tahan terhadap serangan sulfat.
Yang termasuk pozzolan antara lain:
♣ Tras alami
♣ Tanah merah
♣ Kerak besi
♣ Abu terbang
♣ Abu sekam padi
Biasanya penambahan pozolan dilakukan pada beton massa, bangunan pengairan, tembok dan sebagainya.

Serat
Serat terbuat dari baja, bendrat, plastik, dan serat alami. Penambahan serat berfungsi untuk untuk meningkatkan kuat tarik, daktil, tahan retak (tahan bocor), dan ketahanan benturan.
Penambahan serat (sampai 2%) dapat berakibat :
♥ Kuat tekan beton turun
♥ Kuat tarik beton sedikit naik
♥ Daktilitas sedikit naik
Penambahan serat dipakai pada :
♦ Jalan raya
♦ Lapangan terbang
♦ Spill way
♦ Pipa beton dan papan tahan api ( biasanya serat asbes)